Doa Orang Sakit
Doa Orang Sakit

5 Macam Doa Nabi Muhammad Saw Untuk Orang Sakit

Kita tahu bahwa sakit ialah suatu kondisi yang tidak mengenakkan tubuh maupun pikiran. Wajar jika setiap orang mengalami sakit. Baik sakit taraf ringan, sedang maupun berat. Karena bagaimanapun tubuh manusia itu rapuh dan memiliki sisi-sisi kelemahan.

Sebagai seorang muslim, kita tentu paham betul bahwa hakikatnya Allah-lah yang memberikan kesehatan dan rasa sakit. Maka janganlah mengeluh, apalagi mengutuk jika dalam kondisi sakit. Sebab itu adalah kerjaan syaitan yang mempengaruhi kita untuk menolak takdir yang ditetapkan oleh Allah.

Allah ketika memberikan musibah, salah satunya rasa sakit di tubuh itu pasti menurunkan hikmahnya pula. Satu hikmah luar biasa yang didapat oleh seorang yang sedang sakit adalah dihapuskannya dosa-dosa kecil yang ia punya.

Sebagaimana sebuah hadist yang mengatakan bahwa Rasulullah menasehati Ummu As-Saa’ib saat dirinya sedang sakit demam. Rasulullah bersabda: “Janganlah engkau mengecam penyakit demam. Karena penyakit itu bisa menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan noda pada besi.” (HR. Muslim)

Setidaknya ada 3 hal yang harus dilakukan oleh seseorang yang sedang mengalami sakit. 3 hal itu ialah sabra, berikhtiar untuk sembuh dan berdoa kepada Allah. Dalam tulisan ini, penulis akan bagikan 5 macam doa nabi Muhammad SAW untuk orang sakit.

Doa ini bisa dibaca oleh orang yang menjenguk seseorang yang sakit maupun orang yang sakit itu sendiri. 5 doa nabi Muhammad SAW yang juga dipraktikkan sendiri oleh beliau itu sebagai berikut:

  • Doa nabi Muhammad SAW kepada salah satu keluarganya sedang sakit. Dari Siti Aisyah RA dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Baca Juga:  4 Macam Dzikir Menurut Abu Al Hasan Asy Syadizli

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

  • Doa Nabi Muhammad SAW yang ketika meruqyah salah seorang sahabat.

 امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban nāsi bi yadikas syifā’u. lā kāsyifa lahū illā anta. 

Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

  • Doa nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi

  أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).

  • Doa Nabi Muhammad ketika menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash RA yang sedang sakit

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan

Artinya: “Tuhanku, beri kesembuhan Sa’ad, Tuhanku, beri kesembuhan Sa’ad Tuhanku, beri kesembuhan Sa’ad.”

Jika mau mengamalkan doa di atas, berarti harus mengganti nama Sa’ad dengan nama orang yang lagi sakit.

  • Doa Nabi Muhammad untuk Salman Al-Farisi RA saat sedang sakit yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Baca Juga:  Demonstrasi Anarkis, Bagaimana Hukum Islam Memandangnya ?

 Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika

Artinya: “Wahai (sebut nama anak yang sakit), semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu, mengampuni segala dosamu dan mengafiatkanmu dalam segala hal agama dan fisik sepanjang hidupmu.”

Bagikan Artikel

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar