rasulullah wafat

Doa dan Amalan Rasulullah Menjelang Wafat

Dipenghujung umurnya, Nabi banyak mengajarkan amalan yang sepantasnya ditiru oleh umat Islam. Hal ini penting karena saat nyawa terlepas dari raga merupakan penentu kehidupan berikutnya di alam kubur dan akhirat nanti, ke surga atau neraka.

Selama keimanan masih tertanam dalam dada maka kebahagiaan ukhrawi telah menanti. Namun bila saat sakaratul maut iman tercabut tentu siksa dan derita yang akan menyambut. Diantara yang diajarkan Nabi menjelang ajal menjemput adalah doa.

Imam Nawawi dalam Riyadhu Al Shalihin memuat satu hadist yang berisi amalan Rasulullah menjelang wafatnya.

Dari Aisyah, ia berkata, Rasulullah sebelum wafat memperbanyak membaca “Subhanaka wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaika” (Maha suci Engkau dan segala puji bagi-Mu, aku memohon ampunan-Mu, aku bertaubat kepada-Mu).

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa arti kalimat ini, sebelumnya aku belum pernah mendapatimu melakukannya”? Rasulullah menjawab, ‘aku sudah diberi tanda di tengah umatku. Kalau tanda itu telah tampak, aku membacanya’. Tanda yang dimaksud Rasulullah adalah turunnya surat Al Nashr”.

Imam Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar juga menulis hadis tentang doa Nabi menjelang wafatnya. Hadis ini tercantum dalam Sunan Ibnu Majah dan Sunan Turmudzi.

Dari Aisyah, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah menjelang wafatnya. Di sampingnya ada wadah berisi air. Beliau lalu memasukkan tangannya ke wadah tersebut lalu mengusap wajahnya dengan air. Kemudian membaca doa:

Allahumma a’inni ‘ala ghamaratil mauti wa skaratail mauti

“Ya Allah, tolonglah aku dari perih dan kesulitan kematian”

Dalam shahih Bukhari dan Shahih Muslim Aisyah juga meriwayatkan hadis lain yang berisi doa Nabi menjelang ajal menjemput.

Aisyah berkata, “Aku mendengar Rasulullah berkata saat ia bersandar kepadaku: Allahummahgfirli warhamni wa alhiqni birrofiqil a’la (Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan pertemukan aku dengan kekasih yang maha tinggi)”.

Baca Juga:  Strategi Dakwah Wali Songo : Kompromi Syariat, Tasawuf dan Lokalitas

Dari keterangan di atas, ada dua doa yang dibaca Nabi menjelang wafatnya, yaitu:

سبحانك وبحمدك استغفرك و اتوب اليك

Maha suci Engkau dan segala puji bagi-Mu, aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

اللهم اغفر لي وارحمني والحقني بالفريق الاعلى

 Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku dan pertemukan aku dengan kekasih yang Maha Tinggi.

Demikian doa yang diajarkan oleh Nabi menjelang wafatnya. Amalan doa ini sejatinya warisan beliau kepada umatnya. Dibaca saat terasa ajal akan menjemput. Seperti ketika sakit keras, fisik lemah dan tanda lain yang dirasakan bahwa tidak lama lagi akan meninggalkan dunia fana. Husnul khatimah adalah harapan semua orang. Dan, doa yang diajarkan Nabi ini akan menuntun seseorang meraih husnul khatimah itu.

Bagikan Artikel

About Khotibul Umam

Avatar
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri