Dr Rekha Krishnan
Dr Rekha Krishnan

Dokter Hindu di India, Bimbing Syahadat Pasien Covid-19 Saat Sakaratul Maut

New Delhi – Seoorang dokter baragama Hindu, Rekha Khrisnan membimbing pembacaan dua kalimat syahadat seorang pasien Covid-19 beragama Islam saat menghadapi sakaratul maut. Tindakan itu mendapat pujian yang luar biasa

Rekha Krishnan yang dibesarkan di Dubai membacakan dua kalimat tersebut kepada pasien Muslimnya yang sekarat dan terbaring di tempat tidur di bangsal Covid-19 di India. Pasien tersebut juga diketahui meninggal setelah Rekha menyelesaikan syahadatnya dengan kalimat “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.”

Dilansir dari Khaleej Times, Jumat (21/5/2021), anggota keluarga dan kerabat memang tidak diizinkan masuk ke bangsal. Alhasil Rekha adalah satu-satunya orang dengan pasien bernama Beevathu yang berusia 56 tahun di saat-saat terakhirnya.

 “Dia menderita radang paru-paru parah. Selama masuk rumah sakit, dia dalam kondisi yang buruk dan ditempatkan di ventilator. Kami mencoba yang terbaik tetapi setelah 17 hari, organnya mulai tidak berfungsi,” katanya.

Rekha merupakan seorang spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Sevana di negara bagian Kerala, India Selatan.

“Tidak ada harapan. Kami berdiskusi dengan anggota keluarga, mereka memberikan persetujuan untuk melepaskannya dari ventilator dan menerima takdir tersebut,” tambahnya.

Dia mengaku membacakan kalimat syahadat kepada pasien tersebut secara spontan. Karena keluarga disebutnya pasti akan melakukan hal serupa jika berada di sisi pasien tersebut.

“Yang paling menyentuh saya adalah saat saya menyelesaikan kalimat itu, dia menghembuskan napas terakhir.  Cara ini terjadi, membuat saya merasa seseorang membuat saya melakukannya, seperti campur tangan Tuhan,” katanya.

Rekha mengaitkan tindakannya itu dengan pengasuhannya di UEA yang kaya budaya. Dia besar dan mengenyam pendidikan di negara Muslim tersebut.

“Saya lahir di Kerala tetapi dibesarkan di Dubai.  Saya menyelesaikan sekolah saya di The Indian High School Dubai.  Orang tua dan kerabat saya ada di Dubai.  Saya satu-satunya yang pindah ke India untuk studi yang lebih tinggi dan menetap di Kerala. Suamiku adalah seorang dokter di Thrissur,” katanya.

Baca Juga:  Korban COVID-19 Syahid, Malaikat Telah Menanti Kedatangan Mereka

Mantan ekspatriat UEA ini memiliki dua anak, perempuan dan laki-laki, yang keduanya sedang berlibur bersama kakek-nenek mereka di Dubai. “Saya memiliki ikatan yang kuat dengan UEA.  Ini seperti rumah kedua, ”katanya.

“Budaya India dan Islam adalah tentang menghormati orang lain. Rasa saling menghormati yang saya dapatkan di UEA, dari orang-orangnya, mungkin merupakan alasan saya sangat menghormati Islam sebagai sebuah agama,” katanya.

Rekha menggarisbawahi, di tengah pandemi ini, terutama selama gelombang kedua di India, petugas kesehatan juga berperan sebagai anggota keluarga untuk pasien.

“Semua tempat tidur dan ICU kami penuh. Saya lupa kapan terakhir kali saya tidur nyenyak. Tetapi selama pandemi ini, saya telah mengembangkan hubungan pribadi dengan pasien. Mengucapkan kalimat syahadat adalah hal biasa, yang akan saya lakukan hari lain, jika perlu, seperti anggota keluarga,” pungkas Rekha.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …