Gosok Gigi

Gosok Gigi itu Sunnah, Lihatlah Keutamaan dan Waktunya

Rasulullah selalu memberikan bimbingan kepada umatnya untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Islam memposisikan bersih dan sehat sebagai bagian dari kesalehan individual dan bentuk keimanan. Itulah Islam yang begitu anggun ajarannya dan muslim yang begitu indah perangainya.

Dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, Rasullulah sangat konsen dalam hal menjaga kebersihan gigi dan mulut. Bahkan Rasulullah selalu memberikan contoh beliau membersihkan mulut dan gignya di setiap awal aktivitasnya.

Rasulullah bersabda, “Andaikan aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan menyuruh mereka bersiwak (menyikat gigi) setiap kali berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim). Lihatlah hadist ini dan dicerna, jika seorang muslim tidak merasa berat, maka teladanilah Rasulullah yang selalu menjaga kebersihan mulut.

Apabila dihitung dalam kesehariannya, Rasulullah membersihkan giginya tidak kurang dari 20 kali. Yakni setiap mau melaksanakan shalat lima waktu, shalat sunnah rawatib (12 kali), shalat Dhuha, shalat Witir, dan ketika masuk rumah.

Bersiwak adalah kegiatan membersihkan mulut dan gigi dengan menggunakan dahan pohon. Kala itu dahan pohon yang paling banyak digunakan adalah dahan pohon araak. Dan hingga kini ternyata kebiasaan ini juga masih dilestarikan oleh beberapa kaum muslimin.

Keutamaan Mengjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Selain bersiwak, tentu saja saat ini seorang muslim bisa mengganti dengan gosok gigi yang sudah biasa dilakukan setiap hari.  Ternyata banyak keutamaan jika kita sering menggosok gigi atau bersiwak, di antaranya.

Pertama, mendapat ridho Allah. Dalam hadist riwayat An Nasa’i, Aisyah mengatakan Nabi Muhammad bersabda, “Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah SWT.”

Berdasarkan hadis di atas, para ulama menegaskan bahwa bersiwak adalah sunah muakkad (sunah yang sangat ditekankan). Imam an-Nawawi menyebutkan, sepakat ulama bahwa gosok gigi sangat dianjurkan. Bahkan dengan mengikuti sunnah tersebut, umat Islam akan diridhoi oleh Allah.

Baca Juga:  Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat

Kedua, memiliki kandungan yang baik untuk tubuh. Diketahui, dalam kandungan siwak mampu menyehatkan gigi dan mulut. Berdasarkan penelitian, siwak mengandung klorida, potassium, sodium bicarbonate, fluoride, silika, sulfur, vitamin C, trimethyl amine, salvadorine, tannins, mineral, dan antibacterial acid.

Dan semua kandungan yang terdapat pada siwak mampu membuat gigi menjadi kuat putih dan sehat. Hankan bersiwak mampu membuat mulut terasa segar dan harum setiap waktu.

Waktu Sunnah Membersihkan Mulut dan Gigi

Gosok gigi atau bersiwak dianjurkan dalam setiap waktu. Hanya saja para ulama menyebutkan, ada beberapa waktu dimana kita ditekankan untuk bersiwak, berdasarkan beberapa riwayat dari Rasulullah.

  1. Ketika berwudhu dan hendak shalat

Rasulullah bersabda, “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Ahmad 7412 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

  1. Ketika hendak masuk rumah

Aisyah bercerita, “Apabila Rasulullah hendak masuk rumahnya, pertama kali yang beliau lakukan adalah gosok gigi.” (HR. Ahmad 25553 & Muslim 614).

  1. Ketika bangun tidur

Hudzaifah menceritakan, “Rasulullah ketika bangun tidur di malam hari, beliau gosok gigi.” (Muttafaq ‘alaih).

  1. Ketika hendak masuk masjid

Selain Allah perintahkan umatnya untuk menggunakan pakaian terbaik saat ke masjid, Allah juga memerintahkan umatnya untuk menjaga kebersihan mulutnya ketika di dalam masjid, karena mulut yang bau bisa mengganggu orang yang ada di sekitarnyan dan malaikatpun terganggu jika manusia terganggu.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan sesuatu yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim 1282).

  1. Ketika hendak membaca al-Quran

Kita tahu ketika kita membaca al-Quran maka kitapun akan didengarkan dan diperhatikan oleh Malaikat.

Seperti yang tertulis dalam hadist, dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah mengatakan, ”Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi dalam al-Kubro 161, dan status hadis ini shahih lighairihi)

Baca Juga:  Fikih Gender (7) : Kesetaraan Perempuan dalam Akses Pendidikan

Maka hendaknya kita sebagai umat rasulullah yang sedang di dengarkan dan diperintahkan oleh malaikat, berusaha membuat para malaikat senang dengan aroma wangi yang kita suguhkan ketika kita membaca al-Quran.

Sejatinya kesunnahan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dilihat dari waktu-waktu yang disunnahkan selain untuk kebersihan diri sendiri menjaga kenyamanan orang lain. Bagaimana komunikasi yang baik akan berjalan dengan gigi dan mulut yang bersih dan segar.

Bagikan Artikel

About Eva Novavita

Avatar