walisongo
walisongo

Kenapa Wali Songo Bisa Mengislamkan Nusantara, Pelajaran Penting buat Dai Milenial

Di tengah gairah semua orang terpanggil berdakwah di media sosial, namun kenapa ruang dakwahnya menjadi sangat kontroversial? Kadang antar dai dan penceramah saling singgung dan tuding. Bukankah niatnya sama-sama ingin berdakwah?

Media sosial menjadi ruang baru bagi para pendakwah milenial. Tentu saja sasarannya adalah kalangan milenial yang juga haus dengan pelajaran keagamaan. Para milenial mencari jalan pintas dengan belajar agama sambil berselancar di dunia maya.

Sebenarnya ruang dakwah itu saat ini sangat luas. Dan obyek dakwah dari kalangan milenial sangat berlimpah. Persoalannya adalah apakah para dai mau niat tulus dakwah atau hanya mencari popularitas? Apakah ruang dakwah untuk memberikan edukasi keislaman buat milenial atau sekedar ingin mencari keuntungan?

Jika hanya ingin mencari sensasi, dakwah dilakukan dengan kontroversi. Jika ingin mencari popularitas dakwah dilakukan dengan tanpa mempertimbangkan kapabiltas. Dan jika masa depan dakwah kita seperti ini bagaimana dengan masa depan Islam di Indonesia?

Kita perlu kilas balik bagaimana sebenarnya Islam menjadi sangat besar di nusantara ini? Islam menjadi agama pendatang yang disebarkan di tengah masyarakat yang belum kenal sama sekali tentang ajaran ini. Lalu, bagaimana mereka mengenalkan Islam?

Dakwah Wali Songo sangat fenomenal untuk dijadikan pelajaran penting bagi dai milenial saat ini untuk mendakwahkan Islam. Memang banyak tokoh dari luar sana yang memiliki konsep dakwah yang luar biasa. Namun, Wali Songo menjadi penting dalam referensi dakwah di nusantara karena telah terbukti berhasil mengislamkan nusantara. Karakter masyarakat nusantara berbeda dengan karakter masyarakat di jazirah padang tandus.

Mari kita lihat bagaimana Wali Songo mendekati dan mencuri hati masyarakat nusantara. Contoh dakwah ini penting untuk dicontoh bagi para dai milenial.

Baca Juga:  Ihwal “Dâr al-Islâm” dan “Dâr al-Harb” : Dari Pemikiran Ulama Klasik Hingga Kontemporer

Pertama, dakwah dengan santun dan teladan yang baik. Ketika mengajak masyarakat untuk mengenal Islam, para Wali mengedepankan dakwah yang santun dan mementingkan keteladanan. Islam ditampilkan dengan citra para pendakwahnya yang santun, ramah dan gemar membantu. Orang menjadi tertarik dan tidak menjauh dari Islam.

Kedua, dakwah dengan menggunakan bahasa mereka. Berdakwah bukan berarti memaksakan istilah agama untuk dipahami. Dakwah harus menggunakan kata-kata masyarakat setempat. Inilah yang dilakukan Wali Songo dengan lahirnya beberapa tembang dan syair yang berisi nilai Islam. Bukan istilah yang harus diikuti tetapi subtansi ajaran yang harus tertanam dalam benak masyarakat.

Ketika dai milenial berhadapan dengan audiens pergunakanlah bahasa yang bisa menjangkau mereka. Carilah contoh keseharian yang menjadi gaya hidup kalangan milenial. Lalu, tanamkan nilai Islami agar mereka mempunyai prinsip dan pedoman dalam menjalani gaya hidup mereka. Jangan caci dan hardik gaya hidup mereka, tetapi tanamkan dengan nilai Islami.

Ketiga, dakwah dengan budaya. Semua Wali Songo berdakwah dengan menggunakan budaya. Budaya bukan dihilangkan, tetapi menjadi tempat dan sarana untuk menjangkau dakwah lebih dalam. Musik dan tradisi lokal bukan sebagai hal yang haram dan bid’ah tetapi menjadi sarana efektif untuk menyebarkan Islam.

Dai milenial jangan mudah terperangkap untuk mengharamkan instrument milenial seperti musik, seni, kebiasaan dan lainnya. Jadikan semua tradisi dan adat kebiasaan milenial sebagai sarana masuk dalam berdakwah. Kenapa tidak berdakwah dengan music? Kenapa tidak berdakwah dengan desain grafis? Kenapa tidak berdakwah dengan pendekatan olahraga dan lain sebagainya.

Dakwah itu mengajak dan menyajikan Islam dengan baik. Dakwah harus dilakukan dengan asyik dan mudah dipahami. Dakwah bukan menghardik dan mengintimidasi yang justru menjauhkan masyarakat untuk mengenal Islam.  

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …