kitab wishah al ifrah
kitab wishah al ifrah

Fikih Nusantara (32): Kitab Wisyah al Ifrah Wa Isbah al Falah Karya Muhammad bin Isma’il Daud al Fathani

Kitab berbahasa Melayu yang ditulis dengan aksara Jawi ini sekali lagi membuktikan semangat ulama-ulama Melayu dalam membangun dan meningkatkan literasi keagamaan. Tujuannya tidak lain supaya ajaran agama Islam tidak disalahpahami penganutnya. Terutama sekali dalam ranah hukum Islam yang dikenal dengan fikih yang menjadi pondasi dalam beribadah.

Muhammad bin Isma’il Daud al Fathani menulis kitab ini dalam upaya mengenalkan hukum Islam kepada masyarakat Melayu secara khusus dan masyarakat muslim secara umum supaya memahami dasar-dasar ilmu fikih sebagai bekal untuk beribadah kepada Allah. Karena jelas, tanpa fikih tidak akan sempurna mengaplikasikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang dimuat dalam al Qur’an dan hadis.

Pada awal pembahasan lebih dulu dijelaskan rukun Islam dan rukun iman sebagai pondasi akidah untuk menguatkan dan memantapkan keyakinan. Perpaduan tasawuf dan fikih memang banyak dijumpai dalam karya-karya fikih ulama Melayu. Hal ini karena penganut agama Islam masih berusia sangat muda sehingga dibutuhkan tasawuf dan fikih untuk membentuk muslim yang kokoh dalam bidang akidah dan mantap dalam bidang fikih.

Selanjutnya masuk pada tema-tema fikih, dimulai dengan penjelasan tentang bersuci atau dalam kitab-kitab fikih berbahasa Arab disebut thaharah. Memang, lazimnya kitab-kitab fikih selalu diawali dengan membahas bersuci atau thaharah. Sebab, bersuci menjadi pintu masuk untuk kesempurnaan satu ibadah penting dalam agama Islam, yakni shalat, yang menjadi pondasi agama dan memiliki pengaruh penting terhadap ibadah yang lain. Apabila shalatnya baik dan sempurna maka ibadah yang lain akan diperhitungkan nanti di hari kiamat. Sebaliknya, bila shalatnya tidak baik, tidak sah, apalagi sampai ditinggalkan maka ibadah yang lain tidak akan diperhitungkan, dianggap nol.

Pada bab ini dibahas tentang hukum bersuci, air yang mensucikan dan air yang musta’mal (air yang tidak boleh digunakan untuk menghilangkan hadas) serta ukuran air yang cukup dua qulla. Dua qulla adalah ukuran dalam fikih yang bilamana air mencapai ukuran tersebut tetap suci walaupun terjatuh najis di dalamnya yang penting tidak berubah warna, sifat dan baunya.

Baca Juga:  Apakah Allah Memiliki Sifat Diam? (2): Akidah Aswaja Menafikan Sifat Sukut Pada Allah

Seterusnya, kemudian menerangkan secara detail tentang wudhu’, seperti syarat-syarat dan rukunnya. Lalu tentang mandi hadas yang meliputi rukun dan sunnah-sunnahnya. Berikutnya disinggung juga mandi sunnah, seperti mandi ketika akan menghadiri shalat Jum’at dan shalat hari raya.

Pembahasan berikutnya adalah tayamum, haid, nifas, istihadah, segala hal yang haram dikerjakan sebab haid dan nifas, benda najis dan cara mensucikannya, shalat yang meliputi syarat, rukun dan segala yang terkait dengan shalat, termasuk shalat jama’, shalat qashar dan shalat Jum’at.

Begitulah seterusnya, semua tema-tema fikih lazimnya kitab-kitab fikih madhab Syafi’i karya ulama-ulama Timur Tengah dibahas tuntas dan detail. Dengan demikian, kitab ini menjadi sebuah karya yang memberikan kontribusi besar terhadap praktik beragama masyarakat Melayu secara khusus waktu itu. Bahkan untuk sekarang dan masa-masa yang akan datang kitab ini masih sangat relevan untuk dijadikan referensi.

Sebagai catatan terakhir, kitab ini menjadi bukti pentingnya bermadhab bagi umat Islam yang tidak memiliki kemampuan sebagai seorang mujtahid. Sebab tidak mungkin memahami ajaran Islam secara langsung dari al Qur’an dan hadis bagi mereka yang taraf keilmuannya tidak mencapai predikat sebagai mujtahid.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

kitab al nadlhah al hasaniyah

Fikih Nusantara (31): Kitab Al Nadhah al Hasaniyah Karya Sayyid Muhsin Ali al Musawa al Falimbani

Semakin kita membuka dan membaca karya-karya ulama Nusantara, semakin kita paham bahwa mereka telah berusaha …

sullam al munajah

Fikih Nusantara (29): Kitab Sullam al Munajah Karya Sywikh Nawawi al Bantani

Pada bagian terdahulu telah dimuat satu karya Imam Nawawi al Bantani yang memiliki nama lengkap …