wahana permainan di pusat perbelanjaan kembali di buka
wahana permainan di pusat perbelanjaan kembali di buka

Lembaga Bahtsul Masail PCNU Porworejo: Permainan Capit Boneka Haram, Ada Unsur Perjudian

Jakarta – Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo mengeluarkan hasil keputusan ‘haram’ permainan capit boneka atau claw machine karena terdapat unsur perjudian dalam permainan tersebut.

“Hukum permainan capit boneka sebagaimana dalam deskripsi hukumnya tidak diperbolehkan atau haram karena mengandung unsur perjudian, sehingga hukum menyediakannya pun juga haram,” sebagaimana dikutip dari website NU Jateng dan dilansir dari laman detik.com Kamis (22/9).

Unsur perjudian yang dimaksud adalah penyerahan harta sebagai perbandingan suatu kemanfaatan yang bakal diterima. Namun, hasilnya dapat berhasil dan gagal.

Menurut PCNU Purworejo, praktik tersebut tak bisa diarahkan kepada sewa menyewa. Sebab, pemain tak akan mengikuti permainan tersebut apabila telah mengetahui dirinya akan gagal.

Anggota Tim Perumus Masalah KH Romli Hasan mengatakan maraknya permainan capit boneka meresahkan para orang tua.

“Kita para ulama di NU tergerak untuk membahasnya, sehingga persoalannya menjadi jelas dan orang tua tidak lagi merasa was-was,” ujar Romli.

Romli mengatakan saat ini para orang tua mesti melarang anaknya mengikuti permainan tersebut karena mengandung unsur perjudian yang dilarang agama.

Menurutnya, para orang tua bisa menegur, menasehati, dan memberi pengertian kepada anak.

 

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Ini Alasan Sunan Kudus Dapat Julukan Waliyyul Ilmi?

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

viral ustaz berdakwah sambil streaming mobile legends

Inovasi Keren, Ustaz Berdakwah Sambil Streaming Mobile Legends

Jakarta – Berdakwah atau mensyiarkan agama dan kebaikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang paling …

MBS

Diangkat Jadi Perdana Menteri, MBS Penanggung Jawab Baru 2 Masjid Suci

Riyadh –Raja Salman telah mengangkat Putra Mahkota Muhammed Bin Salman (MBS) sebagai Perdana Menteri Arab …