Tidur Qailulah
Tidur Qailulah

Manfaat Tidur Qailulah Anjuran Rasul dalam Aspek Kesehatan

Tidur merupakan suatu kebutuhan dalam hidup manusia. Bukan saja bermanfaat bagi kesehatan badan, namun tidur juga bermanfaat bagi kesehatan fikiran. Dengan tidur, manusia dapat mengistirahatkan ruh dari kedua aktivitas tersebut.

Allah berfirman dalam Surat al-Rum ayat 23, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”

Dalam surat di atas disebutkan bukan hanya tidur malam, namun tidur siang juga memiliki manfaat yang sama. Dengan mengistirahatkan tubuh sejenak dari aktivitas dapat membuat tubuh kembali bugar untuk menyambut aktivitas berikutnya.

Dalam agama Islam, tidur siang disebut juga dengan “qailulah”. Terlepas dari manfaat secara kesehatan, tidur siang ternyata merupakan suatu sunnah yang diajarkan dan dianjurkan oleh Rasulullah dalam sabdanya, “Qailulah-lah kalian, sesungguhnya setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR Abu Nu’aim).

Tubuh manusia memiliki keterbatasan, baik secara fisik, psikis, maupun psikomotoris. Jadi, tidur siang di tengah kesibukan dalam beraktivitas merupakan cara untuk menyegarkannya kembali badan yang telah letih. Namun jika tidur siang lebih dari 60 menit, justru malah bisa mendatangkan masalah.

Menurut ahli kesehatan, terlalu lama tidur siang juga bisa menyebabkan tubuh mengalami sindrom metabolik. Sindrom metabolik sendiri merupakan kondisi di saat tekanan darah, kadar lemak, kolesterol, dan gula darah dalam tubuh meningkat. Jika semuanya itu meningkat, kita akan lebih mudah terserang berbagai macam penyakit, mulai dari diabetes sampai gangguan jantung.

Mengenai waktu qailulah, Sahal bin Saad pernah bercerita, “Dahulu kami pada masa Nabi SAW melakukan aktivitas qailulah dan makan siang setelah shalat Jumat.” (HR. Muslim).

Baca Juga:  Bahaya Sifat Sombong yang Perlu Diketahui

Dengan demikian, waktu istirahat  yang biasa digunakan oleh para pekerja sebagai waktu solat Dzuhur dan juga makan siang, bisa di dilanjutkan untuk melakukan tidur qailulah. Melakukan qailulah setelah lelah bekerja selain dapat meningkatkan performa dalam bekerja, umat muslim juga mendapatkan pahalakarena menjalankan sunah Nabi tersebut.

Bagikan Artikel

About Inke Indah Fauziah

Avatar