allah
allah

Melihat Allah di Syurga, Mungkinkah ?

Meyakini perkara ghaib hukumnya wajib, seperti tentang jin, malaikat, kehidupan di alam barzah, hari kebangkitan, syurga dan neraka. Sebagaimana firman Allah swt:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: “Kitab tersebut (al Qur’an) tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang beriman terhadap hal ghaib, dan mendirikan shalat serta menafaqahkan terhadap rizki-rizki yang telah kami anugerahkan” (QS. Al Baqarah: 2-3)

Di antara perkara ghaib adalah tentang melihat Allah swt kelak di syurga.

Apakah mungkin Allah swt dapat dilihat ?

Sebagian kelompok dalam Islam tidak mempercayai bahwa Allah swt dapat dilihat di akhirat nanti. Di antara mereka adalah Muktazilah dan Syiah. Karena manakala Allah swt dapat dilihat, berarti Allah swt sama dengan makhluknya, berbentuk benda dan arah.

Namun demikian, mayoritas umat Islam sejak masa Rasulullah saw sampai sekarang sepakat bahwa Allah swt dapat dilihat kelak di Syurga. Adapun mengenai Allah swt dituduh sama dengan makhluknya tentu ini tidak dapat dibenarkan. Sebab melihat Allah swt ini di akhirat, bukan di dunia.

Kehidupan di akhirat tentu tidak sama dengan kehidupan di dunia. Boleh jadi di akhirat tidak ada arah atas bawah, kanan dan kiri. Lebih-lebih Allah swt sendiri yang mengizinkan untuk melihat dirinya. Dalam al Qur’an disebutkan:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ * إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Artinya: “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri*kepada Tuhannya, mereka dapat melihatnya” (QS. Al Qiyamah: 22-23)

Ini adalah dalil yang dijadikan pijakan mayoritas umat Islam tentang kemungkinannya Allah swt dapat dilihat di syurga kelak. Ayat ini diperkuat dengan hadits-hadits, diantaranya riwayat dari Jarir ibn Abdillah ra:

Baca Juga:  Inilah Etika Ber-Medsos Dalam Islam

كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَنَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةً فَقَالَ إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ

Artinya: “Suatu malam kami duduk-duduk bersama Nabi saw sambil memandang bulan purnama, lalu ia berkata: Kelak kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud melihat Allah swt sebagaimana melihat bulan purnama bukan berarti Allah swt sama dengan bulan purnama, tetapi Allah swt dapat dilihat secara jelas sebagaimana jelasnya melihat bulan purnama saat itu.

Hadits lain tentang Allah swt dapat dilihat kelak di akhirat yaitu riwayat dari Abu Hurairah ra tentang banyak sahabat yang bertanya kepada Rasulullah saw apakah ia dapat melihat Allah swt. lalu Nabi saw berbalik tanya:

هَلْ تُضَارُّونَ فِي الشَّمْسِ لَيْسَ دُونَهَا سَحَابٌ ؟ قَالُوا : لاَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ هَلْ تُضَارُّونَ فِي الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَيْسَ دُونَهُ سَحَابٌ ؟ قَالُوا : لاَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ فَإِنَّكُمْ تَرَوْنَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ

Artinya: “Apakah kalian dilarang melihat matahari ketika tanpa awan ? Mereka menjawab: Tidak wahai Rasulullah. Kemudian Nabi saw bertanya lagi: Apakah kalian dilarang melihat bulan purnama tanpa awan ?, mereka menjawab: Tidak wahai Rasulullah. Lalu Nabi saw berkata: “Maka kalian melihat Allah swt pada hari kiamat seperti itu (seperti melihat matahari dan bulan tanpa ada awan)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berangkat dari dalil-dalil yang sangat kuat di atas, Imam Abu Hasan al Asy’ari dalam kitabnya al Ibanah berkata: “Riwayat-riwayat dari para sahabat Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Allah swt dapat dilihat di akhirat nanti dengan menggunakan mata, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mengatakan tidak bisa dilihat, jika mereka sudah sepakat tentang melihat Allah swt di akhirat, berarti melihat hal tersebut merupakan ijma’”. Sebagai konsekwensinya, harus diimani bahwa Allah swt memang bisa dilihat oleh orang-orang mukmin di akhirat nanti.

Baca Juga:  Binatang Saja Dilarang Dicela, Apalagi Manusia!

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About M. Jamil Chansas

Dosen Qawaidul Fiqh di Ma'had Aly Nurul Qarnain Jember dan Aggota Aswaja Center Jember

Check Also

aswaja

Mengenal Aliran Mujassimah (1) : Siapakah Yang Dimaksud Mujassimah ?

Istilah Mujassimah sebenarnya sudah lama. Bahkan ulama genarasi tiga abad yang pertama telah membahas tentang …

lagu ya thaybah

Lagu Ya Thaybah Syirik, Benarkah ?

Beberapa hari yang lalu, warganet dibuat gemas dengan ujaran artis Five Vi tentang lagu Ya …