sifat sombong allah
allahu akbar

Hadist Qudsyi: Sifat Sombong itu Milik Allah, Manusia Jangan Memilikinya

Telah kita ketahui bersama bahwa sifat sombong haram hukumnya dimiliki oleh semua makhluk ciptaan Allah. Manusia yang diciptakan paling sempurna di antara makhluk Allah lainnya pun tak boleh berlaku sombong. Karena sesungguhnya yang berhak memiliki sifat sombong hanyalah Allah SWT semata. Dalam sebuah hadist Qudsyi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah kain-Ku. Barangsiapa yang merebutnya dariku dalam salah satu dari kedua hal tersebut,, maka benar-benar Aku akan lemparkan dia ke neraka” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad yang shahih)

Dari hadist Qudsyi di atas, sesungguhnya sudah terang bahwa sombong adalah sifat yang dimiliki oleh dzat yang memiliki segala sesuatu, yakni Allah azza wajalla. Sedangkan manusia, sesungguhnya tak memiliki apa-apa untuk disombongkan. Karena hakikatnya, yang manusia punya sekarang adalah titipannya dari Allah. Kapan saja Allah bisa ambil dari manusia tersebut.

Seringnya sifat sombong itu muncul dari hati dan pikiran manusia itu tak lebih dari sekedar sebagai ujian baginya, mampukah dia mengendalikan atau bahkan terjebak di dalam kubangannya. Karena kesombongan ialah sifat ke-Tuhan-an, seseorang yang nekat memakainya maka secara tidak langsung dia telah menantang Tuhan. Dan Tuhan akan menghacurkannya. Sebaliknya seorang hamba yang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai orang yang baik maka ia akan dapat mengontrol nafsunya tersebut ketika bergolak.

Hakikat takabbur atau sombong ialah sifat kepribadian yang cenderung selalu merasa lebih baik dari pada orang lain. Artinya punya perasaan bahwa dirinya memiliki kelebihan atas yang lain inilah yang jadi cikal bakal sifat sombong. Rasulullah SAW pribadi seringkali khawatir mengenai hal yang demikian. Sehingga beliau berdoa: “Allahumma inni a’udzu bika min nafkhotil kibriya’”. (Yaa Allah aku berlindung kepada-Mu dari tiupan kesombongan).

Baca Juga:  Khutbah Jumat - Jangan Sombong Meski Di Medsos, Allah Tidak Suka

Kesombongan itu cuma akan terjadi bila manusia mempunyai perasaan lebih baik dari manusia lainnya. Dan perasaan ini tidak akan pernah muncul kalau dirinya tidak berkeyakinan punya sifat kesempurnaan. Setidaknya sifat kesempurnaan itu bermuara pada dua hal, yaitu: identik keagamaan dan keduniawian.

 Keagamaan seperti perasaan punya ilmu dan ibadah yang lebih dari yang lain. Sedangkan duniawi semisal merasa memiliki garis keturunan, ketampanan, kekuatan, dan pengikut yang lebih baik dari yang dimiliki oleh orang lain. Sehingga dapat ditarik sebuah benang merah bahwa pemicu utama kesombongan itu ada tujuh perkara, yaitu: ilmu, amal ibadah, nasab, fisik jasmani, kekuatan, dan anak buah.

Selain factor di atas, keharaman manusia punya sifat sombong yakni adanya dampak buruk yang muncul setelahnya. Ia akan merasa bahwa orang lain lebih hina dari dirinya. Sehingga ia tidak akan mau melayani kebutuhan mereka. Namun sebaliknya merekalah yang perlu melayani dirinya. Ketika ada pertemuan maka dirinya akan ingin selalu menempati tempat kehormatan, ketika diberi tahu maka dia akan menolak, ketika memberitahu dia akan berkata keras dan kasar dan ketika nasehatnya tidak diterima maka dia akan marah.

Bukan cuma orang awwam saja yang bisa terkena penyakit ini. Namun orang-orang yang sudah mencapai derajat tinggi dalam ibadah, kezuhudan, dan kealiman masih sangat sulit terhindar darinya. Apalagi orang-orang yang tidak mengerti apa-apa. Menurut Imam Muhammad bin Husain bin Ali orang yang berlaku sombong itu berarti telah kehilangan akalnya sebesar kesombongan yang telah ia lakukan.

 Jadi wajar jika mereka tidak akan pernah bisa berfikir waras dan tak akan memperdulikan dampak dari perbuatan yang ia lakukan. Iblis juga tidak akan pernah berfikir bahwa akibat dari kesombongannya tidak mau tunduk perintah Allah untuk sujud kepada nabi Adam adalah dideportasi dan diusir dari surga selama-lamanya. Dia tidak mengerti bahwa argumentasinya sebagai makhluq yang lebih baik dari nabi Adam karena dirinya terbuat dari api sedang adam dari tanah liat itu tidaklah bisa dijadikan sebagai alasan untuk menentang wahyu dan perintah Allah.

Baca Juga:  Ternyata Ada Manusia yang Lebih Kejam dari Fir’aun Bahkan Iblis, Siapa Dia?

Terakhir, tidak sedikit ayat dan hadits yang menjelaskan tentang jeleknya perilaku sombong. Bahkan Rasululloh dengan tegas mengancam orang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sekecil biji sawi, maka ia akan masuk neraka.

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

sultan mahmud II

Rahasia Kegemilangan Sultan Muhammad II Dalam Memimpin Penaklukan Konstantinopel

Penaklukan Konstantinopel ialah salah satu kegemilangan terbesar pasukan Islam dalam menaklukan lawan-lawan besarnya. Konfrontasi di …

hari tasyrik

4 Pendapat Mengenai Kapan Waktu Takbiran Idul Adha

Umat Islam di seluruh dunia sebentar lagi akan merayakan hari raya Idhul Adha. Di Indonesia, …