zakat fitrah
zakat fitrah

Zakat Fitrah (2) : Bolehkah Memberikan Zakat Kepada Non Muslim?

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi seluruh umat Islam yang mampu. Wajib bagi dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya dalam hal nafkah. Misalnya suami, ia wajib zakat untuk dirinya juga wajib mengeluarkan zakat untuk istri dan anak-anaknya serta orang yang nafkahnya menjadi tanggungjawabnya.

Zakat fitrah yang disyariatkan pada tahun kedua Hijriah bersamaan dengan puasa harus diberikan kepada delapan golongan yang telah disebutkan dalam al Qur’an (al Taubah: 60). Yaitu, orang-orang fakir, miskin, pengurus zakat (amil), muallaf, orang yang memerdekakan budak, orang memiliki hutang dan orang yang sedang melakukan perjalanan (musafir).

Dari ayat ini jelas bahwa yang berhak menerima zakat hanya terbatas pada delapan golongan tersebut. Namun, ayat ini tidak menjelaskan secara sharih (tegas) apakah mereka harus beragama Islam atau tidak?

Kemudian untuk menjawab pertanyaan seperti ini, Nabi bersabda, “Sedekah yang diambil dari orang-orang kaya mereka (muslimin), kemudian diberikan kepada orang-orang faqir mereka (muslimin)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist ini jelas melarang distribusi zakat kepada non muslim. Kata sedekah dalam hadis ini bermakna zakat sebagaimana kata sedekah pada ayat di atas.

Syaikh Khatib al Syarbini dalam Kitabnya al Iqna’ Hamisy Hasyiyah al Bujairimi menulis, berdasarkan hadis Mu’adz bin Jabal seperti telah tersebut yang diriwayat Bukhari dan Muslim, tidak sah memberikan zakat kepada non muslim, namun mereka boleh dilibatkan sebagai petugas zakat dan upahnya diambil dari harta zakat yang telah dikumpulkan.

Namun menurut pendapat lain, seperti disampaikan oleh Imam Abu Hanifah, boleh memberikan zakat fitrah kepada kafir dzimmi yang fakir. Pendapat ini didasarkan pada keumuman firman Allah (al Baqarah: 271) yang tidak menyebut fakir muslim dan non muslim. Beda halnya dengan zakat mal yang memang ada larangan khusus dari seperti hadis Mu’adz bin Jabal yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di atas.

Baca Juga:  Penyempurna Puasa, Tapi Fatal Jika Ditinggalkan

Pendapat yang sama disampaikan oleh Dr. Wahbah al Zuhaili dalam kitabnya al Fiqhu al Islami wa Adillatuhu.

Kesimpulannya, ada dua pendapat tentang sah dan tidaknya mendistribusikan zakat kepada non muslim kategori dzimmi. Kalangan madhab Imam Syafi’i menyatakan tidak sah. Sementara madhab Hanafi menyatakan sah.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

khutbah jumat singkat

Khutbah Jumat Singkat Tanda Khatib Paham Agama

Kebiasaan membaca khutbah Jum’at dengan durasi waktu yang lama banyak dijumpai di masjid-masjid, terutama di …

idhah al bab

Fikih Nusantara (30): Kitab Idhah Al Bab Karya Syaikh Daud bin Abdullah al Fathani

Pattani, Thailand Selatan sekarang, tidak hanya tanahnya yang subur, negeri yang berbatasan dengan Malaysia ini …