kitab fikih
kitab fikih

Fikih Nusantara (16): Kitab Risalah Bab Al Jum’at Karya Syeikh Husein bin Sulaiman al Jawi al Funtiani

Konten kitab ini seluruhnya membahas shalat Jum’at menurut pandangan madzhab Syafi’i. Ditulis oleh Syaikh Husein bin Sulaiman al Jawi al Funtiani. Salah seorang ulama Nusantara. Al Jawi berarti Nusantara. Sementara al Funtiani adalah nisbat untuk nama ibu kota Kalimantan Barat, Pontianak. Dengan demikian Syaikh Husein bin Sulaiman berasal dari Pontianak.

Biografi singkat beliau bisa dibaca dalam kitab Raja’u al Mustarhim fi al Takhtim wa al Taslim wa al Tarhim karya Haji Abu Bakar bin Abdul Ghani al Funtiani, cucu salah seorang murid Syaikh Husein bin Sulaiman.

Dalam kitab Risalah Bab Al Jum’at ini disebut bahwa beliau satu masa dengan Syaikh Mukhtar bin ‘Atharid al Batawi al Bughri, Syaikh Utsman Serawak, Syaikh Abdul Qadir Mandailing dan Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau.

Syaikh Husein bin Sulaiman seorang hafidz Qur’an, berwajah tampan, berprilaku baik, taat terhadap perintah agama dan juga wara’. Mendalami ilmu agama di Makkah. Salah satu gurunya sewaktu studi di tanah suci adalah Syaikh Husein al Habsyi.

Wafat di Surabaya saat melakukan perjalanan dalam rangka untuk sowan kepada salah satu gurunya yang ada di pulau garam, Madura. Diduga kuat guru yang dimaksud adalah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Ulama termasyhur pencetak ulama-ulama handal yang tersebar di Nusantara.

Tiga karya Syaikh Husein bin Sulaiman al Jawi al Funtiani begitu populer dan tersebar tidak hanya di pulau Borneo, Kalimantan, tapi keseluruh pelosok Nusantara. Tiga karya tersebut sempat beredar lama di pasaran kitab Nusantara bersama kitab-kitab berbahasa Melayu karya ulama-ulama yang lain.

Tiga karya dimaksud adalah Tuhfatu al Raghibin fi Taqlidi al Qauli bi Shihhati al Jum’ati bi Duni al Arba’in, Nuzhatu al Tharaf fi Auzani Ilmi al Sharfi dan Risalatu Bab al Jum’ah.

Baca Juga:  Apakah Allah Memiliki Sifat Diam? (1) : Salafi Wahabi Meyakini Allah Bersifat Sukut

Kitab yang disebut terakhir tuntas ditulis di pulau Belitung pada hari Sabtu tanggal 28 bulan Jumadil Awal tahun 1316 H. Informasi ini ditulis dibagian khatimah (penutup) kitab. Ditulis dengan kombinasi bahasa Arab dan aksara Arab Jawi atau Arab Pegon berbahasa Melayu. Bahasa Arab dipakai katika mengemukakan dalil al Qur’an dan hadis serta kutipan dari kitab-kitab fikih yang menjadi rujukannya.

Tulis Syaikh Husein bin Sulaiman, “Telah selesai menterjemahkan ini Risalah Bab al Jum’ah di negeri Belitung pada dua puluh delapan hari bulan Jumadil Awal yaum al Sabti sanah 1316 H”.

Setahun kemudian, yakni pada tahun 1317 H, kitab ini diterbitkan untuk pertama kalinya oleh Mathba’ah al Miriyah al Kainah, Makkah. Selain dicetak secara mandiri, kitab ini juga dicetak dibagian pinggir atau bagian akhir bersama kitab Tuhfatu al Raghibin karya Syaikh Husein bin Sulaiman yang lain. Kitab ini termasuk kitab yang ringkas karena tebalnya hanya 23 halaman.

Kitab ini, seperti lazimnya kitab-kitab kuning, diawali dengan khutbah (kalam pembuka) yang berisi pujian kepada Allah dan haturkan shalawat kepada baginda Rasulullah, kerabat dan semua shabat beliau.

Selanjutnya muqaddimah (pendahuluan). Pada bagian ini mengulas dalil yang mewajibkan shalat Jum’at. Dalil al Qur’an dan hadis. Seterusnya bahasan dipilah-pilah dalam 12 pasal atau sub bahasan.

Pasal pertama membicarakan keutamaan shalat Jum’at. Dan secara berurutan pasal-pasal berikutnya membahas larangan meninggalkan shalat Jum’at, syarat wajib Jum’at, syarat sah shalat Jum’at, rukun-rukun shalat Jum’at, syarat dua khutbah, sunnah-sunnah untuk khatib, yang makruh bagi khatib, aturan ketika hendak berangkat shalat Jum’at, wiridan setelah shalat Jum’at, keutamaan shalat berjamaah dan larangan meninggalkannya, dan pasal terakhir tentang hukum shalat Jum’at berjamaah.

Baca Juga:  Mbah Kholil Bangkalan Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional: Inilah Biografi Singkat dan Kiprah Beliau

Sebagai pamungkas, ditutup dengan khatimah (Kalam penutup). Pada sesi ini membahas tentang udzur shalat berjamaah dan udzur Jum’at. Pada bagian ini pula ditulis informasi kapan kitab ini selesai ditulis seperti telah disebutkan sebelumnya.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

kitab wishah al ifrah

Fikih Nusantara (32): Kitab Wisyah al Ifrah Wa Isbah al Falah Karya Muhammad bin Isma’il Daud al Fathani

Kitab berbahasa Melayu yang ditulis dengan aksara Jawi ini sekali lagi membuktikan semangat ulama-ulama Melayu …

kitab al nadlhah al hasaniyah

Fikih Nusantara (31): Kitab Al Nadhah al Hasaniyah Karya Sayyid Muhsin Ali al Musawa al Falimbani

Semakin kita membuka dan membaca karya-karya ulama Nusantara, semakin kita paham bahwa mereka telah berusaha …