kitab hidayatus shibyan
kitab hidayatus shibyan

Fikih Nusantara (24): Kitab Hidayah al Shibyan Karya Tuan Husain Kedah al Banjari

Literasi fikih Melayu ini judul lengkapnya adalah Hidayah al Shibyan fi Ma’rifah al Islam wa al Iman. Terjemah bahasa Indonesianya “Petunjuk bagi anak-anak untuk mengenal Islam dan iman”. Satu karya fikih berbahasa Melayu mengikuti madzhab Imam Syafi’i.

Penulisnya adalah ulama nusantara bernama lengkap Abu Abdullah Husain bin Muhammad Nasir bin Muhammad Thayyib bin Mas’ud bin Qadhi Abu Su’ud bin Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al Banjari. Lahir pada hari Ahad tanggal 20 Jumadil Awal 1280 H/2 November 1863 M di Titi Gajah, Kedah. Masyhur dipanggil Tuan Guru Tuan Husain Kedah.

Kitab Hidayah al Shibyan ini, sebagaimana judulnya, merupakan panduan bagi anak-anak muslim atau orang yang baru belajar ilmu agama. Dimulai dengan pembahasan akidah, seterusnya hanya fokus membahas fikih ibadah.

Secara terperinci isi kitab ini dimulai dengan khutbah al kitab atau sekapur sirih dari penulis. Kemudian muqaddimah yang berisi penjelasan tentang arti iman dan Islam, rukun iman dan rukun Islam, hakikat mengenal Allah (ma’rifah), dan sifat wajib bagi Allah dan rasul-Nya.

Selanjutnya pembahasan fokus pada fikih ibadah. Dimulai dengan kitab al Shalah yang dirinci dengan 11 fasal. Di antara yang dijelaskan adalah hukum bersuci yang meliputi wudhu’,  mandi, tayammum, najis, darah wanita, istinjak, syarat-syarat sah shalat dan yang membatalkannya, adzan dan iqamah.

Dilanjutkan dengan Bab fi Arkan al Shalat yang dibagi menjadi 16 fasal. Fasal 1-8 tentang rukun shalat, dan fasal-fasal selanjutnya tentang sunnah-sunnah shalat, shalat sunnah, shalat bagi musafir, shalat berjamaah, shalat Jum’at, hal yang berhubungan dengan yang sedang sakit dan shalat janazah.

Kemudian Bab al Zakat yang terdiri dari 2 fasal. Fasal pertama mengurai cara pembagian zakat dan fasal kedua masalah-masalah yang berkaitan dengan zakat.

Baca Juga:  Kisah Kemenangan di Hari Fitri: Indahnya Indonesia dan Rahmat Islam buat Semesta

Bab al Shiam atau puasa menjadi topik berikutnya. Menjelaskan tentang hukum puasa dan yang membatalkannya.

Terakhir Bab al Hajj wa al ‘Umrah yang membahas dalil-dalil haji dan umrah serta hukum haji dan umrah.

Kitab ini ditutup dengan khatimah atau kalam penutup yang berisi beberapa peringatan sebagai motivasi untuk introspeksi dalam beribadah.

Yang istimewa dari kitab Hidayah al Shibyan ini adalah sistematika penulisannya. Penulisan dimulai dari hal esensi yang perlu diketahui lebih dulu kemudian diuraikan satu persatu secara terperinci sehingga mudah dihafal.

Bagi anak-anak atau orang yang baru belajar ilmu agama kitab ini sangat cocok karena isinya yang padat dan ringkas. Untuk hal-hal yang terkait dengan hukum ibadah pembahasan dibatasi pada hukum fardhu ‘ain. Sebatas hanya hukum yang menjadi syarat sahnya ibadah saja. Sementara untuk hukum sunnah penulis menyarankan membacanya di kitab-kitab yang lebih tebal dan lengkap.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

kitab wishah al ifrah

Fikih Nusantara (32): Kitab Wisyah al Ifrah Wa Isbah al Falah Karya Muhammad bin Isma’il Daud al Fathani

Kitab berbahasa Melayu yang ditulis dengan aksara Jawi ini sekali lagi membuktikan semangat ulama-ulama Melayu …

kitab al nadlhah al hasaniyah

Fikih Nusantara (31): Kitab Al Nadhah al Hasaniyah Karya Sayyid Muhsin Ali al Musawa al Falimbani

Semakin kita membuka dan membaca karya-karya ulama Nusantara, semakin kita paham bahwa mereka telah berusaha …