kitab taurats
kitab taurats

Keutamaan Umat Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Taurat

Dalam kitab Taurat dijelaskan mengenai keutamaan umat Nabi Muhammad SAW dibandingkan umat nabi-nabi yang lain. Keutamaan itu terutama bisa dilihat dalam ibadah sholat, wudhu dan puasa. Hal ini membuat nabi Musa AS memohon kepada Allah untuk digolongkan sebagai umat nabi Muhammad SAW.

Ka’ab Al-Akhbar adalah salah satu Tabi’in yang masuk Islam pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab. Ia dulunya beragama Yahudi. Sebenarnya, pada saat Rasulullah masih hidup, Ka’ab sudah mengetahui bahwa beliau benar-benar nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT.

Namun karena belum begitu yakin, dengan salah satu sebab ketidakyakinannya adalah ada beberapa lembaran kitab Taurat yang dirahasiakan oleh ayahnya, yang setelah ayahnya meninggal lalu lembaran itu dibuka ternyata disitu tertulis sifat-sifat nabi dan keutamaan umat nabi Muhammad SAW, maka setelah itu ia masuk Islam.

Berbekal pengetahuan tentang sifat nabi dan keutamaan umat Nabi Muhammad SAW dari kitab Taurat yang sebelumnya dipelajari membuat ia tidak kesulitan dalam mempelajari syariat Islam. Dalam perjalananya, Ka’ab al-Akhbar banyak meriwayatkan hadist-hadist Rasulullah dan banyak pula hadist-hadist itu diriwayatkan oleh Muawiyah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Atha’ bin Abi Rabi’ah. Maka tak heran menurut al-Dzahabi, Ka’ab digolongkan sebagai orang yang Tsiqah.

Isi Taurat Tentang Keutamaan Umat Islam

Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa AS. Menurut Imam Suyuthi, jarak antara nabi Musa AS dengan nabi Muhammad SAW adalah 21 abad atau 2.100 tahun.

Tetapi dari sekian banyak isi kitab Taurat, ada beberapa informasi mengenai sifat-sifat nabi dan juga keutamaan umat nabi Muhammad SAW. Informasi inilah yang membuat nabi Musa AS memohon kepada Allah SWT untuk dijadikan sebagai umat nabi Muhammad SAW saja, mengingat banyak sekali keutamaan umat nabi Muhammad yang diberikan Allah SWT.

Baca Juga:  Kerakusan Menyebabkan Kehinaan dan Kerusakan Agama

Isi kitab Taurat mengenai keutamaan umat Nabi Muhammad SAW ini diceritakan oleh Ka’ab al-Akhbar yang kemudian ditulis oleh Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbih al-Ghafiliin. Dari Ka’ab al-Akhbar berkata :”Aku telah membaca dalam sebagian kitab Tuarat yang Allah turunkan kepada nabi Nabi Musa AS as :

“Wahai Nabi Musa, 2 rokaat yang Muhammad dan umat nabi Muhammad menjalankannya, yaitu sholat subuh. Barangsiapa yang melaksanakan sholat subuh, maka akan Ku ampuni dosa-dosanya mulai malam hari hingga siangnya dan itu menjadi tanggunganku.”

“Wahai Nabi Musa, 4 rokaat yang Muhammad dan umat nabi Muhammad menjalankannya, yaitu sholat dhuhur. Barangsiapa yang melaksanakan, maka kuberi ampunan dengan rokaat yang awal, Kuperberat timbangan amalannya dengan rokaat kedua, Ku wakilkan malaikat yang membaca tasbih dan istighfar untuk mereka dengan rokaat ketiga, dan dengan rokaat keempat kubukakan pintu-pintu langit dan bidadari-bidadari memenuhinya untuk mereka.”

“Wahai Nabi Musa, 4 rokaat yang Muhammad dan umat nabi Muhammad menjalankannya, yaitu sholat ashar. Barangsiapa yang melaksanakan, maka tiada tersisa malaikat dilangit dan bumi kecuali membaca istighfar untuknya, dan orang yang malaikat membacakan istighfar untuknya maka Aku tidak akan menyiksanya.

“Wahai Nabi Musa, 3 rokaat yang Muhammad dan umat nabi Muhammad jalankan ketika matahari terbenam, yakni sholat maghrib. Barangsiapa yang melaksanakan, maka akan Ku bukakan pintu-pintu langit untuk mereka, mereka tidak meminta suatu hajat, kecuali Ku penuhi bagi mereka.

“Wahai Nabi Musa, 4 rokaat yang Muhammad dan umat nabi Muhammad jalankan ketika hilangnya mega merah, yakni sholat Isya. Barangsiapa yang melaksanakan, maka itu lebih baik baginya dari pada dunia beserta isinya, dan mereka keluar dari dosa-dosanya seperti saat dimana ibunya melahirkan mereka.

Baca Juga:  Selamat Tahun Baru 1442 H : Cara yang Utama Merayakan Tahun Baru Islam

“Wahai Nabi Musa, Muhammad dan umat nabi Muhammad melakukan wudhu seperti yang Ku perintahkan pada mereka. Barangsiapa yang melaksanakan, maka Ku berikan kepada mereka pada setiap tetesan airnya, surga yang luasnya seperti luasnya langit dan bumi.

“Wahai Nabi Musa, Muhammad dan umat nabi Muhammad melakukan puasa sebulan dalam setiap tahunnya, yaitu bulan ramadhan. Barangsiapa yang melaksanakan, maka Ku berikan kepada mereka untuk puasa setiap harinya satu kota di surga dan Ku berikan kepada mereka untuk setiap kebaikan yang dilakukan yaitu ibadah sunnah mendapat pahala ibadah wajib.

“Wahai Nabi Musa, Muhammad dan umat nabi Muhammad Ku berikan waktu-waktu malam yang salah satunya terdapat lailatul qadar. Barangsiapa yang melaksanakan istighfar didalamnya, dengan merasa menyesal, jujur dari dalam hatinya, maka jika ia meninggal pada malamnya atau siangnya maka ku berikan pahala tiga puluh orang mati syahid.

“Wahai Nabi Musa, sesungguhnya dalam umat muhammad terdapat orang-orang yang mendirikan setiap kemuliaan dengan bersaksi dengan bahwa tiada tuhan selain Allah, maka balasan mereka atas hal itu adalah seperti balasannya para nabi, rahmatKu wajib atas mereka, dan tiada Kututup pintu taubat bagi salah seorang dari mereka selama mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.”

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

ibadah

Bersemangatlah Dalam Beribadah (1): Tiada Kesukaran dalam Agama

Allah memerintahkan kita beribadah, pastilah itu bermanfaat dan baik untuk kita sendiri. Tak mungkin ada …

rakus

Kerakusan Menyebabkan Kehinaan dan Kerusakan Agama

Salah satu sifat buruk yang harus dihindari atau bahkan jangan sampai dipunyai seseorang adalah rakus. …