darah haid
darah haid

Konsultasi Syariah: Darah Haid Nempel Sulit Dihilangkan, Najiskah?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagaimana hukum darah haid yang menempel kuat dan tidak bisa dihilangkan di kain; sarung atau baju. Bolehkah dipakai untuk shalat. Terima kasih jawabannya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yuni, Karyawati Surabaya


Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

Saudari Yuni yang semoga berbahagia, berbicara tentang darah. Imam Qurthubi berkata di kalangan Ulama’ (ahli Fikih) sepakat mengatakan bahwa darah itu hukumnya haram. Haram dikonsumsi, bahkan Ibnu ‘Arabi menambahkan bukan hanya haram tapi najis. (Al-Jami’ Li ahkam al-Qur’an, 2/221. Ahkam al-Qur’an, 1/95).

Hukum ini didasarkan kepada firman Allah

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi—karena sesungguhnya semua itu kotor—atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS: al-An’am:145

Syaikh Zakariyya al-Anshari membagi Najis kepada dua macam. Pertama, Najis ‘Ainiyyah, yaitu najis yang bisa diindera, bisa dilihat warnanya, bisa dikecap rasanya, bisa dicium baunya. Kedua, najis hukmiyyah, yaitu najis yang tidak bisa diindera (Asna al-mathalib, 1/94).

Kedua macam najis ini, berbeda cara mensucikannya. Pertama, cara mensucikan najis ainiyyah ialah dengan cara menghilangkan warna, bau dan rasanya. Karena warna, rasa dan bau ini merupakan indikator kuat wujud dari suatu benda. Kedua, cara mensucikan najis hukmiyyah, ialah dengan cara cukup mengalirkan air di atas benda yang terkena najis hukmiyyah ini.  (Fath al-Mujib al-Qarib, KH. Afifuddin Muhajir, 21).

Pertanyaannya, bagaimana seandainya, warna tidak bisa dihilangkan, semisal darah haid yang menempel kuat di kain; sarung atau baju? Apakah tetap dihukumi najis?

Imam Nawawi mengatakan tidak masalah, artinya warna darah haid yang sulit dihilangkan dengan cara apapun dianggap tidak menajiskan suatu benda. Kain; sarung atau baju yang terkena darah haid yang sulit dihilangkan warnanya, bisa dipakai untuk melakukan shalat (Al-Minhaj,1/14).

Bahkan, Ibnu Hajar al-haitami, mengatakan sekalipun warna yang sulit dihilangkan itu adalah warna dari darah najis Mughalladhah seperti darah babi. Tuhfah al-Muhtaj, 3/375

Alasan mereka kenapa kok dianggap bukan najis? Pertimbangan karena sulit menghilangkannya (masyaqqah). Alasan ini senada dengan kaidah fikih yang berbunyi :

الْمَشَقَّة تَجْلِب التَّيْسِير

Kesulitan bisa menarik kemudahan” Asybah Wa al-Nadhair, al-Suyuthi, 1/8 silakan baca di Belajar fikih, Kaidah Fikih. Di islamkaffah.id

Karena itulah, jika anda mengalami kejadian seperti itu jangan panik, sarung atau baju yang terkena darah haid, tetapi sulit untuk dihilangkan warnanya tetapi suci dan bisa dipakai untuk shalat.

Semoga penjelasan ini memberikan manfaat.

Wallahu a’lam

Pengampu Konsultasi Syariah,

Ust. Abdul Walid, M.H.I, Alumni Ma’had Aly Li al-Qism al-Fiqh Wa Ushulih, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ellie Molloson

Alkohol Dilarang, Para Wanita Merasa Aman Saksikan Piala Dunia 2022 di Qatar

Doha – Seperti banyak wanita, Ellie Molloson awalnya khawatir pergi ke Qatar untuk menghadiri perhelatan …

033214600 1670217389 830 556

Mengejutkan, Fans Inggris Teriak ‘Free Palestine’ Saat Diwawancarai TV Israel

DOHA – Kemenangan Inggris atas Senegal dalam pentas piala dunia 2022 dirayakan secara meriah, suara …