filsafat islam
filsafat islam

Filsafat Islam, Filsafat Arab, atau Filsafat Muslim?

Dalam tradisi dan khazanah peradaban Islam, istilah filsafat, yang berasal dari Yunani philos (cinta) dan sophia (kebijaksanaan), sepadan dengan kata hikmah yang disebutkan dalam al-Qur’an. Seyyed Husein Nasr di antara tokoh penting yang memperkuat argumen ini, dengan merujuk pada Q.S Luqman (31), yang menurutnya, diturunkan untuk mengagungkan nilai hikmah yang diidentifikasi sebagai filsafat sejati.

Alif lam mim. Inilah ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung hikmah (al-kitab al-hakim)… Dan sesungguhnya telah Aku berikan hikmah (kebijaksanaan) kepada Luqman, yaitu bersyukurlah kepada Allah Swt (Q.S Luqman: 1-2 dan 12).

Nilai-nilai dan prinsip filsafat Islam juga dapat ditemukan dalam ketokohan Nabi Muhammad Saw. Menurut Musa Asy’arie (2002), corak pemikiran Nabi Muhammad Saw. yang radikal, menggugat tatanan masyarakatnya dengan menawarkan perubahan total, memasuki pengembaraan spiritual, sehingga melahirkan paradigma baru untuk mengubah total kehidupan masyarakatnya, melalaui akar teologisnya, mencerminkan bahwa ia adalah filosof sejati yang kemudian diangkat menjadi Rasulullah.

Begitu pula tafsir filosofis terhadap ayat-ayat al-Qur’an, seperti yang dilakukan oleh Ibn Sina (w. 1037), Suhrawardi (w. 1191), dan Mulla Sadra (w.1640) dalam Asrar al-Ayat dan Mafatih al-Ghaib, menjelaskan bahwa al-Qur’an telah menjadi sumber inspirasi bagi para filusuf muslim.

Polemik Istilah

Para sarjana berbeda pendapat untuk menamakan pemikiran filosofis yang terjadi di dunia Islam. Ada yang menyebutnya sebagai “filsafat Islam”, “filsafat Arab”, dan “filsafat muslim”. Ketiga istilah ini memiliki sisi positif (kelebihan) dan sekaligus negatif (kelemahan) dalam diskursus pemikiran filsafat.

Pertama, istilah “filsafat Islam” merujuk pada karya para sarjana, di antaranya Ahmad Fouad al-Ahwani (al-Falsafah al-Islamiyah), T.J De Bour (The History of Philosophy in Islam), Sayyed Husen Nasr dan Oliver Leaman (History of Islamic Philosophy), Syaikh Musthafa Abdul Raziq (Tamhid tarikh al-Falsafah al-Islamiyah), Henry Corbin (History of Islamic Philosophy).

Argumen dari penggunaan istilah ini karena ia (filsafat Islam) tumbuh di negeri Islam dan merujuk pada rentang sejarah dan kebudayaan di mana filsafat muncul dalam Islam, tanpa memandang agama dan bahasa para intelektualnya.

Namun demikian, kata “Islam” itu sendiri dapat secara mudah diasosiaasikan dengan agama pencetusnya, sehingga ia dapat mengeluarkan orang-orang Nasrani, Yahudi, Shabi’ah dan penganut agama-agama lain yang turut berperan penting dalam perkembangan di dunia filsafat.

Kedua, istilah “filsafat Arab” yang merujuk pada karya Maurice de Wulf (Histoire de la Philosophie Medievale), danEmile Brehier (Histoire de la Philosophie). Bagaimana memahami argument ini? Karena para filusuf menetap di Semenanjung Arab dan bahasa yang digunakan sebagai pengantar tulisan-tulisan mereka, sebagaimana filsafat Yunani atau filsafat India.

Teori ini memiliki kelemahan, sebab tidak semua orang yang melakukan kegiatan filsafat adalah orang dari suku Arab. Selain itu banyak pula tulisan-tulisan yang dihasilnya tidak dalam bahasa Arab, tetapi termasuk juga dalam bahasa Persia dan lainnya.

Ketiga, istilah “filsafat muslim” yang merjuk pada karya M.M Sharif (History of Muslim Philosophy). Argumen yang dibangun dalam penggunaan istilah ini berkaitan dengan mereka yang melakukan kegiatan berfilsafat adalah orang-orang yang beragama Islam. Namun juga memiliki kelemahan, karena pada kenyataannya ada di antara mereka yang tidak beragama Islam.

Meski demikian, dari ketiga polemik dan kontroversi di atas, istilah “filsafat Islam” dinilai lebih tepat dan memiliki basis epistemologi yang kuat. Filsafat Islam, tulis Haidar Bagir (2006), dianggap lebih tepat karena ajaran Islam yang memberi sifat penentu pada disiplin tersebut.

Bagikan Artikel ini:

About Ali Usman

Pengurus Lakpesdam PWNU DIY

Check Also

kemerdekaan palestina

Gilad Atzmon dan Pandangannya tentang Kemerdekaan Palestina

Gilad mendukung penuh “hak pulang kampung” rakyat Palestina dan “solusi negara tunggal” bagi penyelesaian konflik yang sudah berlangsung lama itu.

asmaul husna

Kearifan Sufi dan Terapi Asmaul Husna

Menjadi seorang sufi, atau menjalankan ajaran tasawuf dalam kehidupan sehari-hari adalah sebuah tantangan. Dikatakan demikian, …