Seyyed Husein Nasr adalah pemikir Islam dari Iran yang mengembangkan pemikiran spiritualitas Islam sebagai solusi terhadap krisis peradaban modern.


Seyyed Husein Nasr lahir di Teheran, Iran. Namun ia melanjutkan pendidikan tingginya di Amerika, Massachusetts Institut of Technology (MIT), dan berhasil mendapatkan diploma B.S. (Bachelor of Science) dan M.A. (Master of Arts) dalam bidang fisika.

Ia kemudian melanjutkan ke Universitas Harvard, menekuni History of Science and Philosophy, dan memperoleh gelar Ph.D (Doctor of Philosophy) pada tahun 1958. Sejak tahun 1958, Nasr mengajar di Universitas Teheran, dan mendapat gelar Professor dalam bidang sejarah ilmu pengetahuan dan filsafat.

Tahun 1962 Husein Nasr menjadi dosen tamu di Harvard University dan tinggal di sana sampai tahun1965. Tahun 1994 – 1965 Nasr menjadi pimpinan Aga Khan Chair of Islamic Studies pada American University of Beirut. Nasr juga memberikan ceramah dan kuliah di beberapa negara antara lain : Amerika, Eropa, Timur Tengah, Pakistan, India, Jepang dan Australia. 

Ia telah menulis banyak karya, yang beberapa di antaranya telah dikenal luas di Indonesia, seperti Islam and The Plinght of Modern Man (Islam dan Nestapa Manusia Modern), Ideals and Realities od Islam (Islam Dalam Cita dan Fakta), Science and Civilation in Islam (Sains dan Peradaban di Dalam Islam), Living Sufism (Tasawuf Dulu dan Sekarang), Knowledge and The Sacred (Pengetahuan dan Kesucian), A Young Muslim’s Guide to The Modern World (Menjelajah Dunia Modern), dan masih banyak lagi.

Krisis Manusia Modern

Dalam ragam pemikirannya yang khas, Husein Nasr melakukan refleksi terhadap kecenderungan manusia modern atau modernitas itu sendiri. Menurutnya, manusia di zaman sekarang mengalami krisis spiritual, akibat perkembangan teknologi yang tidak diimbangi oleh nilai spiritualitas, sehingga tidak heran, jika muncul fenomena actual orang-orang yang mulai mencari pegangan, arahan dan perlindungan dengan menghadirkan nilai spiritualitas di dalam kehidupannya.

Husein Nasr menyimpulkan bahwa di antara penyebab terjadinya krisis manusia modern tersebut disebabkan oleh faktor ideologi dan pandangan hidup yang materialistik, pragmatis, dan sekularistik. Begitu pula dengan faktor dominasi Ilmu pengetahuan dan teknologi (bersamaan dengan ideologi kapitalisme, peran-peran manusia telah digantikan oleh dominasi mesin yang bersifat atomistis).

Selain itu, juga karena faktor melemahnya pengaruh gereja tradisional menyebabkan disfungsionalnya agama Nasrani (Kasus di Barat). Kondisi seperti ini terjadi akibat tidak adanya keseimbangan antara dimensi zikir dan pikir, rasa dan rasio

Karena itu, Husein Nasr kemudian merumuskan beberapa kebutuhan dasar manusia di zaman sekarang. Pertama, mystical quest (mistik permanen). Husein Nasr mengutip penafsiran Kamaluddin Husain Kashifi, pengulas sufi abad 9 H. terhadap istilah Al-Qur’an ahsan taqwim dalam QS. al-Thin (95:465), bahwa hal itu berarti Tuhan menciptakan manusia sebagai alamat Tuhan yang paling lengkap dan sempurna.

Kedua, split soul (keterbelahan jiwa). Terjadi pemisahan antara segmentasi intelektualitas dan spiritualitas. Yang perlu dilakukan adalah integrasi antara keduanya. Jika di masjid, orang hanya bicara spiritualitas lupa intelektualitas, sebaliknya jika di kantor atau perguruan tinggi, orang berbicara intelektualitas, lupa spiritualitas.  

Ketiga, scientia Sacra (pengetahuan suci), yang bukanlah buah dari spekulasi kecerdasan manusiawi atau penalaran, tetapi berisi pengalaman seperti dilahirkan dari sumber pengatahuan yakni intelek.  Pengetahuan ini dalam dunia tasawuf lazim disebut ilmu ma’rifah, ilmu ladunni, dan sejenisnya.

Begitulah refleksi Husein Nasr, seorang intelektual muslim modern, yang pemikiran dan karya-karyanya turut dibaca, dipelajari dan berpengaruh terhadap dinamika intelektualitas akademik di dunia. Husein Nasr berkontribusi karena kegigihannya menggali warisan tradisi dan khazanah keislaman, serta melakukan kontekstualisasi dengan kehidupan sekarang. Semoga menginspirasi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.