Ketum PBNU Minta Warganya ‘Pegang’ Masjid dan Majelis Taklim

Jakarta – Beberapa waktu terakhir ramai dikabarkan banyak masjid di lingkungan pemerintah yang tersusupi kelompok radikal. Juga dengan majelis-majelis taklim yang seharusnya menjadi wadah untuk meningkatkan ketaqwaan umat.

Kondisi itu membuat Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyerukan warga NU agar selalu aktif berdakwah, seperti mengisi masjid-masjid dan majelis taklim.

"Kita yang harus pegang masjid, majelis taklim. Dakwah harus kita yang bicara. Jangan yang lain (kelompok radikal)," kata Kiai Said pada pembukaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) zona DKI Jakarta di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta, Jumat (11/1/2019) dikutip dari laman nu.or.id.

Kiai Said menyakini cara beragama dengan mengikuti para ulama Ahlussunnah wal Jamaah sesuai dengan yang tertera dalam Al-Qur'an. "Kita pasti benar karena Al Qur'an yang mengatakan itu, Wa liya'lamal-ladziina uutuul 'ilma annahul haqqu min rabbika (dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, menyakini bahwasanya Al-Qur'an itulah yang hak dari Rabb-mu," ucapnya menjelaskan QS: Al Hajj: 54.

Alumnus Universitas Ummul Qura Mekkah Arab Saudi itu menjelaskan bahwa setiap persoalan harus ditangani oleh yang menguasainya, seperti pembangunan gedung harus dirancang oleh insinyur atau sarjana teknik sipil, dalam bidang pertanian harus berilmu kepada ahli pertanian.

"Kita mau beragama yang benar ya harus ikut NU. Pasti benar," jelasnya.

Selain itu, NU juga organisasi yang moderat. Sementara Al-Qur'an menyinggung agar Nabi Muhammad membentuk ummatan wasathan (orgnisasi yang moderat): Wa kadza lika ja'alnakum ummatan wasathan litakunu syuhada'a alan nas wa yakunar rasulu alaikum syahida (Dan demikianlah , telah Kami jadikan kamu suatu ummat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul menjadi saksi(pula) atas kamu): QS: Al Baqarah: 143)

Menurut Kiai Said, di dalam Al Qur'an tidak ada istilah yang menyebutkan secara jelas, seperti penyebutan ummatan islamiyatan. Sebabnya, sambung Kiai Said, Al-Qur'an mementingkan kualitas atau isi daripada fisik atau legal-formalnya.

"Umat wasatiyah dikehendaki Allah agar kamu sekalian berperan di tengah-tengah masyarakat, agar kamu hadir, berperan dalam agama, peradaban, kebudayaan, sosial kemajuan masyarakat, dan peran politik," pungkasnya.

Comment

LEAVE A COMMENT