Dulu Biadab, 2 ISIS "The Beatles" Ngerengek Minta Maaf & Minta Pulang

Damaskus – Para mantan kombatan ISIS yang dulu dikenal kejam dan biadab, kini seperti cacing yang kepanasan, lemah dan pasrah menunggu nasib. Hal itu juga dialami oleh duo ISIS, El Shafee Elsheikh dan Alexanda Kote. Mereka ditangkap pasukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Januari tahun lalu.

Keduanya bersama Mohammed Emwazi dan Aine Davis, anggota ISIS yang telah tewas, dikenal dengan julukan “The Beatles” karena aksen Inggrisnya yang kental. Mereka dikenal kejam dan biadab. Setelah tak berdaya keduanya baru menyesali perbuataannya serta meminta maaf. Mereka juga berharap bisa pulang ke Inggris.

"Kebenaran harus diungkapkan," ujar El Shafee Elsheikh.

Dikutip dari berbagai sumber, Kotey dan Elsheikh yang berasal dari London Barat mengakui keterlibatan mereka dalam upaya meminta tebusan dari sandera Barat. Elsheikh juga membenarkan dia terlibat dalam "menjembatani tahanan asing dengan pihak yang diserahi tugas mengupayakan negosiasi pembebasan mereka".

Baca juga : Prancis dan Belanda Akhirnya Terima Yatim Piatu ISIS Pulang

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan baik Elsheikh maupun Kotey bertanggung jawab dalam urusan melakukan penyiksaan para tahanan ISIS. Kelompok itu juga dituduh oleh bekas tawanan yang dibebaskan. Emwazi misalnya. Dia disebut mengeksekusi jurnalis AS James Foley serta Steven Sotloff.

Ricardo Garcia Vilanova, fotografer Spanyol yang sempat disekap oleh ISIS menceritakan seorang pria bertopeng yang menyiksanya mempunyai aksen Inggris yang kental.

"Banyak di antara rekan saya di penjara mengetahuinya. Beberapa di antara mereka tidak selamat dari penyiksaan itu. Kami ingin mereka diadili," tegas Vilanova.

Elsheikh yang bersama keluarganya datang ke Inggris dari Sudan pada 1990-an menuturkan, dia menyesali dan minta maaf atas apa yang sudah dilakukannya.

“Saya mengakui peran saya di skenario, maupun episode sebagai sebuah kesalahan di mana saya ingin meminta maaf kepada semua orang yang terdampak, baik langsung maupun tak langsung,” kata Elsheikh.

Januari lalu, pengadilan Inggris mengizinkan keduanya, yang saat ini ditahan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), untuk diekstradisi demi mempertanggungjawabkan kejahatan mereka.

Elsheikh menuturkan dia tidak berharap pengakuannya bakal membuatnya lolos dari ekstradisi.

"Saya hanya ingin kisah ini berakhir. Sebuah kebenaran harus keluar," aku Elsheikh.

 

Comment

LEAVE A COMMENT